Melatih Sense of Humour melalui Stand Up Comedy

Melatih Sense of Humour melalui Stand Up Comedy

Hari Jumat, 4 September 2015 lalu, gue perform di panggung open mic. Ya, gue tampil sebagai seorang stand up comedian, atau yang terkadang disebut sebagai komika, comic. Gue tampil beda dengan membawa sejumlah properti di atas panggung. Tawa pecah saat gue tampil. Entah ini penampilan yang keberapa, yang pasti gue udah sering tampil di cafe bersama komunitas stand up comedy.
Hari Minggu, 6 September, gue juga melakukan aksi stand up comedy. Kali ini bukan di cafe, tetapi di sebuah resepsi pernikahan seorang sahabat kuliah. Tantangan kali ini, adalah membuat orang tertawa saat menghadapi piring berisi nasi di hajatan. Di tengah suasana yang kurang nyaman (untuk ber-stand up), gue bisa mendengar gelak tawa dan respon tamu undangan.
penulis komedi sedang Stand Up
Seninnya, gue menawarkan diri untuk mengisi stand up di sebuah peluncuran buku bertema “telekomunikasi dan penyiaran”. Panitia menempatkan gue di sela-sela acara. Meski audiens tampak serius di awal, gue bisa membawa mereka untuk menertawakan sejumlah fenomena telekomunikasi dan penyiaran.
Oke,karena cover dan profil picture di facebook adalah foto gue sedang megang buku terahkir “Memandang Jendela Indonesia Dengan Tawa”, maka gue pengen share antara stand up comedy dengan penulisan, khususnya penulisan komedi.
Banyak penulis (setidaknya menurut gue) merasa lucu sendiri dengan tulisannya. Ya, lucu sendiri. Gue bilang lucu sendirian karena bisa jadi hanya penulisnya yang ketawa. Pembacanya belum tentu.
Parahnya, ada pernah nulis di comment, bahwa ia sudah nulis komedi, tetapi belum berani posting karena takut garing. Bagi gue, jika penulisnya udah ngerasa garing, apalagi menurut pembacanya.
Bagi gue, penulis komedi itu gampang-gampang susah. Gampang menilainya, yakni apakah tulisan tersebut membuat pembaca tertawa atau tersenyum. Susahnya, yakni bagaimana tulisan tersebut menjadi lucu. Itu saja.
Untungnya, gue penulis komedi sekaligus stand up comedian.
Sebagai penulis komedi, kepala gue selalu dipenuhi oleh materi komedi. Lalu gue tulis dalam draft di komputer, kadang gue tulis menjadi status di facebook. Misal apa sih yang lucu dari “telekomunikasi dan penyiaran”, atau apapun yang tengah menjadi isu terkini.
Sebagai stand up comedian, gue punya kesempatan untuk “test case” seberapa lucu materi komedi gue. Seberapa besar tawa yang dihasilkan oleh pengunjung cafe.
Dalam stand up comedy, seorang komika harus menulis materi komedinya terlebih dahulu lalu menyusunnya menjadi ‘set list’. Sederhananya, urutan joke dari awal penampilan hingga klimaknya. Ada semacam ‘rule’ yang perlu disusun oleh komik, joke yang kuat perlu ditempatkan di akhir penampilan.
Set list juga akan menjaga komik untuk memilih kata yang tepat, brigding antar joke, mengatur tempo, dan sebagainya. Dan semuanya ditulis yang nantinya akan disampaikan komik ketika di panggung dan memegang mic.
Penting bagi gue (sebagai penulis komedi), apa yang gue lakuin di panggung stand up comedy itu punya nilai yang besar, besar banget.
Pertama, gue “menguji” materi komedi. Apa yang gue anggap lucu juga merupakan hal lucu bagi penonton. Gue bisa membuat mereka tertawa. Ketika menuliskan buku komedi, apa yang gue tulis sudah ‘pasti’ lucu, karena ada orang yang tertawa dengan materi komedi yang sama.
Kedua, gue memperkaya teknik komedi. Dalam Stand Up Comedy ada banyak teknik untuk mengundang tawa penonton. Komedi adalah bagaimana memberi kejutan, sehingga membuat tawa. Apa yang gue pelajari di stand up comedy, tentu akan memperkaya wawasan gue dalam penulisan komedi. Banyak kejutan yang bakal didapat oleh pembaca buku gue.
Ketiga, Melatih Sense of Humour, ya gue melatih kepekaan gue dalam berstand up comedy sekaligus penulisan komedi. Misalnya, semua orang kesal dengan tayangan televisi yang tidak berkualitas, namun bagi seorang komedian, ada banyak hal lucu dari kegelisahan akan acara tivi, sesuatu yang bisa dijadikan lelucon. Belum lagi dengan kejadian sehari-hari yang dialami.
Ketiga hal tersebut menjadikan gue semakin belajar dalam berkomedi, khususnya ketika gue menuliskan sebuah karya buku.
Kalo lu tertarik dengan buku-buku gue, total sudah ada 8 buku. Bisa klik di sini  ya 🙂

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.