Membedah Teknik Komedi Gus Dur

Membedah Teknik Komedi Gus Dur

Kita mengenal (Alm) Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI ke-4 yang memiliki selera humor yang tinggi.  Leluconnya banyak tersebar di internet, mulai dari web, e-book, ataupun cerita dari tokoh lainnya. Dari sekian cerita, ada yang benar-benar kita ketahui lelucon dan kontek ceritanya, namun ada juga yang terkesan kodian. Lelucon kodian dibangun dengan mengutip tokoh Gus Dur dalam sketsa komedi.  Becandaan Gus Dur memang selalu nyambung dengan kita dan Indonesia. Istilah related, nyambung antara komika dengan penonton selalu diajarkan di Buku Stand Up Comedy

Kali ini, Rio Penulis Komedi akan menganalisis kelakar Gus Dur dengan teknik komedi. Uniknya teknik komedi ini lebih banyak dipelajari di Stand Up Comedy. Teknik komedi juga selalu terdapat di setiap Buku Stand Up Comedy.  Gus Dur meninggalkan kita semua pada 30 Desember 2009, sedangkan Stand Up Comedy d Indonesia baru marak pada tahun 2011-2012 dengan ditandai tayangan dan kompetisi stand up comedy di televisi nasional. Ini artinya kelakar Gus Dur jauh mendahului daripada industri stand up comedy nasional.

Berikut ini adalah lelucon Gus dur yang dibedah dengan teknik-teknik yang sering dipelajari oleh para komika.

1. Rule of Three

“Di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri).”

2. One Liner

“Saya dulu jadi Presiden malah cuma modal dengkul. Itupun dengkulnya Amien Rais.”

3. Self Deprecating

“Sudah tahu, untuk berjalan maju pun saya dituntun. Eh..ini malah disuruh mundur!”

“Saya minta Anda semua bersalawat agar tahu berapa banyak jumlah yang hadir. Saya, kan, gak bisa melihat.”

4. Komparasi

“Saya dan Megawati adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang lengkap: saya tidak bisa melihat, dia tidak bisa ngomong.”

“Pak Karno itu presiden yang negarawan, Pak Harto hartawan, sedang saya sendiri Wisatawan.”

“Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi. Kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila.”

5. Anekdot

“Orang Hindu merasa paling dekat dengan Tuhan karena mereka memanggilnya ‘Om’. Orang Kristen apalagi, mereka memanggil Tuhannya dengan sebutan ‘Bapak’. Orang Islam? Boro-boro dekat, manggil Tuhannya aja pakai Toa.”

6. Plesetan

Gus Dur: Kantor NU di Madura sudah dipasang Internet?
Orang Madura: Sudah Gus, tapi kemarin jebol kena hujan.

7. Hackler Handling

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak.”

8. Polisemi

“Mengapa muncul bencana lumpur dan gas panas di Sidoarjo? … Ngebornya La Pindo, jadi jebol. Kalau La Pisan mungkin aman.”

 

Oya, jika lu tertarik dengan buku stand up comedy karya gue, beberapa buku gue antara lain Memandang Jendela Indonesia dengan Tawa  dan Tertawalah Bersamaku. Untuk pemesanan, di sini ya

 

 

Related Post
Nastar dan Godaan Karbo Saat Lebaran

Dalam sejarahnya, kue nastar sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Nastar diadaptasi dari kue Belanda, yang biasanya berisi selai strawberry, Read more

Buku-Buku yang Gue Tertawai

Sebagai penulis komedi, gue tentu punya banyak buku komedi. Saking banyaknya koleksi tersebut, gue sampai bisa membandingkan sejumlah buku komedi Read more

Buka Puasa yang Tak Biasa

Puasa di Ramadan 2020 emang terasa beda. Ada pandemi Covid-19 menjadikan acara yang melibatkan kerumunan ditiadakan. Salah satunya kebiasaan Bukber, Read more

Opini Komedi dan Bagaimana Kita Menertawakan Suatu Fakta

Salah satu jurus komedi adalah "opini komedi terhadap suatu fakta". Jurus ini sering digunakan oleh komika untuk membahas sesuatu yang Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.