Membedah Teknik Komedi Gus Dur

Membedah Teknik Komedi Gus Dur

 

1. Rule of Three
“Di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri).”

2. One Liner
“Saya dulu jadi Presiden malah cuma modal dengkul. Itupun dengkulnya Amien Rais.”

3. Self Deprecating
“Sudah tahu, untuk berjalan maju pun saya dituntun. Eh..ini malah disuruh mundur!”

“Saya minta Anda semua bersalawat agar tahu berapa banyak jumlah yang hadir. Saya, kan, gak bisa melihat.”

4. Komparasi
“Saya dan Megawati adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang lengkap: saya tidak bisa melihat, dia tidak bisa ngomong.”

“Pak Karno itu presiden yang negarawan, Pak Harto hartawan, sedang saya sendiri Wisatawan.”

“Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi. Kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila.”

5. Anekdot
“Orang Hindu merasa paling dekat dengan Tuhan karena mereka memanggilnya ‘Om’. Orang Kristen apalagi, mereka memanggil Tuhannya dengan sebutan ‘Bapak’. Orang Islam? Boro-boro dekat, manggil Tuhannya aja pakai Toa.”

6. Plesetan
Gus Dur: Kantor NU di Madura sudah dipasang Internet?
Orang Madura: Sudah Gus, tapi kemarin jebol kena hujan.

7. Hackler Handling
“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak.”

8. Polisemi
“Mengapa muncul bencana lumpur dan gas panas di Sidoarjo? … Ngebornya La Pindo, jadi jebol. Kalau La Pisan mungkin aman.”

 

 

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.