Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai diwujudkan Sidang pertama PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Di sinilah ironi kemerdekaan terjadi pertama kali. Namanya panitian persiapan, baru ngelakuin rapat setelah proklamasi kemerdekaan.

Mengenal Ironi kemerdakaan

Ironi kemerdekaan ini kayak kementerian agama ngelakuan sidang isbat buat menentukan hari lebaran pada saat pemudik sudah balik ke Jakarta. Kali ini, Rio Penulis Komedi akan melihat ironi kemerdekaan dari sisi lain, yang dekat dengan kita.

Dalam era kemerdakaan, era kekinian sampai era wibowo, ironi kemerdekaan juga masih saja terjadi. Bukan karena kita kembali dijajah oleh Belanda, Jepang atau Negara Api; tetapi esensi kemerdekaan terkadang masih kita pertanyakan.

Enggak usah jauh-jauh ngomong hal-hal besar macam hutang negara, teori konspirasi atau Kime Hime, (besar loh jumlah followernya). Tetapi kita bisa menjumpai ironi pada malam peringatan atau yang biasa disebut sebagai malam tirakatan yang yang dilaksanakan pada malam menjlang tanggal 17 Agustus.

Pada Suatu Malam Tirakatan

“Merdeka!” lantang pak RT di depan warga kompeks pada malam tirakatan ini.

Warga yang berkumpul ikut bersorak mengepalkan tangan ke udara. “Merdeka … Merdeka … Merdeka.”

Sementara itu Satpam komplek yang berada agak jauh cuman bisa berkata pelan, “Mereka merdeka, gue?”

Seminggu yang lalu, Satpam komplek itu hanya mengeluh. Dia hanya mengikuti perintah pak RT untuk menghias jalan kompeks dengan bendera plastik yang dironce. Yang bikin kesal tatkala ia harus memasang hiasan merah putih sendirian. Pak RT dan warganya hanya menyapa dan tersenyum ketika ia sibuk mengaitkan rangkaian bendera plastik itu dari satu tiang listrik ke tiang listrik berikutnya.

“Merdeka!” lantang pak RT sekali lagi melanjutkan sambutannya.

Sementara itu para remaja berselfie ria di kamera buatan Amerika, Korea, Tiongkok, Kanada atau bahkan Finlandia. Lalu membagi di media sosial buatan Amerika, dengan provider yang miliki Malaysia, Qatar, atau mungkin Singapura.

Ibu-ibu tengah sibuk menata makanan. Termasuk di dalamnya ada gorengan yang tepung terigu diimpor dari Australia. Tentu ada garam yang juga diimpor entah darimana. Ada juga minuman teh yang diproduksi perusahaan transnasional yang selalu dikaitkan teori konspirasi.

Bapak-bapak menyalakan rokok yang sudah diakuisisi brand dari Amerika atau Inggris Raya. Sambil berbincang tentang motor dan mobil buatan Jepang, Korea, Amerika, Italia bahkan India.

Di sebuah rumah, seorang remaja introvert plus pencari kerja (baca pengangguran) hanya bisa berdiam di kamarnya. Mungkin saja, ia kesal dengan ibu-ibu komplek yang bakal kasi pertanyaan standar “kapan kawin?” atau “kerja itu enggak usah pilih-pilih”.

Beruntunganya, ada video JAV yang sedang didownload.

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Kelas Menulis Komedi #5 – Bagaimana Membangun Cerita Komedi?

Dalam Pertemuan kelima ini, kita berangkat dengan pertanyaan "Bagaimana Membangun Sebuah Cerita Komedi?". Cerita Komedi, sebagaimana karya fiksi lainnya setidaknya Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.