Mereka Bilang, Gue Playboy : Komentar Pembaca

Mereka Bilang, Gue Playboy : Komentar Pembaca

Kariyo Tulus

mas Muh Rio Nisafa, terima kasih atas tips2 playboynya
sumber

Rahmi Anisa

beneran.. recommended bgt utk dibaca.. gw mpe gag nyadar baca mpe midnite, jum’at malam lg.. suasana di luar lg hening2ny, rada2 ada asap, orang2 d rumah udh pada tidur, hiiii mencekam.. untung cm gw yg ngakak malam2,, kl ada yg ikutan ngakak gmna? bkn ny gw takut, tapi gw gag terima dy nebeng baca.. beli donk.

Hahahahaa.. Buku playboy ny bikin ngagak bg.. Bkn tiap lembar, tp hampir tiap paragraf.. Dadah.. Mw baca lg..sumber

baca dikit, ngakak.. baca lagi, ngakak lagi.. gag kelar2 bacanya krna pas ngakak gag kuat lanjutin baca.. bayangin, udah 2 minggu tp yg terbaca baru 50 halaman..
gag habis pikir, kok ada orang cerdas gilak humornya.. mungkin krna bg Muh Rio Nisafa terlahir sebagai playboy.. sumber

Avian Dewanto

Secara teknis penulisan, penulis hendak mengakrabkan diri dengan kalangan remaja yang boleh jadi menjadi sasaran pembaca buku ini.sumber

Alan Puradijaya

wah mas jangan ditanya , seru pisan ey hehe.

sumber


Affan Pasaribu

Buku yang mengundang senyum. Buku yang membuat orang merasa penting dirinya sendiri. Bahkan buku ini bisa membuat orang menyesal ~ karena saat pacaran tidak memahami kelebihannya. Buku ini juga menggugah mereka yang telah lewat usia lajang, namun belum memiliki pasangan. Terlebih dari itu, buku ini petunjuk praktis buat mereka yang masih pingin “merdeka” di tengah kehidupannya berkeluarga.

Pratiwi Kurnia Baharuddin

Kemarenn dah sempet baca bukunya sebentar…”Mereka bilang,gue playboy”…baru sekilass aja bukunya dah buat senyam senyumm gitu sendiri….heheheh hahaha….:),*seperti pengalaman pribadi yaww wkwkwwk

Lies Yudho

gara’ ke playboyan loe smlm gue di KA cekikikan trs …baca buku loe…hahahahhah

kekx anakku jg suka sekali buku elo…
sumber

Heri Benyamin S.

Iya bukunya ok, bahasanya asik bwt dibaca. Mas Rio itu beda bgt ya? Orge kliatan kalem tapi bukunya vulgar namun sopan. Ga playboy ah mnrtku, la wonge kalem gitu.

sumber

Eliza Tjwan

Bagus..!!!bahasanya ringan dan mudah dimengerti..guyonan2nya jg adalah guyonan zaman sekarang..hanya satu kekurangannya dari buku ini yaitu gak ada nama Eliza Tjwan sebagai salah satu tokohnya..hahahaaa

sumber

Nurhidayati Muchdar

Aku dah baca bukumu, aku tungguin nih sekuelnya…..

Amalia Dekorasi

di awal baca aja, aku sudah senyum – senyum, playboy katane cowok tapi kok diarynya pink…….

berbahagia & beruntunglah diriku yg bisa memiliki 3 bukunya Rio Nisafa + tanda tangannya…[tp ttdnya blm bs tak cairke]

ayo,temen2 ikutan sprtiku, jd kolektor buku karya Rio… sukses sll om..
sumber

Elan Meilani

Mengingatkan waktu masa mudaku..sebagai seorang penulis muda, aku acungin jempol sebab dapat menuangkan ide segar dan bersifat komedi. Salut buat rio nisafa, smoga menjadi penulis sukses dan punya ide-ide cemerlang.

Anton Widyanto Putra

Dari judul dan cover depannya, kita sudah dapat menebak buku ini ber-genre humor atau komedi. Genre yang lagi (atau pernah?) booming sejak meledaknya buku Kambing Jantan-nya Raditya Dika.  Buku ini lebih tepat disebut semacam memoir, bukan novel. Karena berisi apa yang teringat oleh si penulis. Jadi semacam kumpulan cerita-cerita atau pengalaman lucu seputar dunia ke-playboy-an yang digeluti si penulis. Dari segi isi, tujuan buku ini untuk mengundang tawa saya kira sudah cukup berhasil.
https://www.facebook.com/note.php?note_id=457155054949

S Enggo Widodo

Penulis menyuguhkan sebuah dialektika ttg “PLAYBOY” itu sendiri. Dg gagah perkasa dan berani proklamasi ttg dirinya yg playboy, meski ditengah “orang umum” playboy berkonotasi negatif Penulis malah menjadikan Playboy sbg status kebanggaannya, tentu dari sudut pandang yg lain dengan terminologi yg dibangunnya sendiri.

Playboy ini jg ga sungkan untuk menentang arus dan meyakini bahwa sesuatu yg diyakini oleh umum belum tentu menjadi sesuatu kebenaran.

Buat sohib yg sdh terlanjur dikutuk jadi Playboy, smg elu ttp konsisten jd Playboy
https://www.facebook.com/note.php?note_id=463267079949

Orin Fla

Awalnya aku rada ilfil mau baca buku ini, males banget deh sama yg namanya ‘playboy’ gak banget..!!

Bacanya juga diawal2 setengah hati loh..

Tapi setelah baca selembar 2 lembar, sudut bibirku menarik ke atas..cengir lagi.. Lagi2 cengir..

Ada kalimat2 lucu yg sepertinya gak berniat untuk melucu tapi lucu gitu loh..

Dengan gaya bahasa lugas, gaul abis jadi gak ngebosenin bacanya.

Mas boy rio playboy..aq penggemar baru karyamu..

sumber

Mei Al-Adhwa

Secara fisik, lebih bagus dari buku terdahulu. Isinya juga lebih segar dengan bahasa yang ringan dan gaul.Pokoknya playboy seplayboy playboynya dech …

Sukses buat mas Rio.
sumber

>Jeffry Satria Sanjaya

Setidaknya gue udah berhasil menjadi playboy di status facebook

sumber

 

Ini khayalan Rio yang jika direalisasikan di dunia nyata akan menimbulkan kerepotan di sana-sini, jadi realisasinya dalam buku ini saja—sehingga serunya tetap didapat, tapi bebas risiko repot. Dalam buku ini Rio bebas sebebas-bebasnya untuk tetap chil**sh™. Boys will always be boys.
sumber

Petrus Suprapto

Secara konsisten, penulis terus bermain-main dengan “tema keplayboyan” dari awal sampai akhir buku.

penulis masih menyisakan keceriaan masa kecil, puber, remaja, dan dewasa. Lebih dari itu, penulis bahkan mendokumentasikannya dalam sebuah buku. Pencapaian Rio Nisafa; menjaga keceriaan  bukanlah perkara yang mudah. Tidak semua orang sampai pada tahapan ini dalam hidupnya.
https://www.facebook.com/note.php?note_id=469194054949

Ricky C. Sipahutar

Dgn membaca buku ini, kita diberi ‘pencerahan’ bhw playboy itu tdk harus selalu berkonotasi negatif, apalagi kalau harus ‘difatwakan’ sbg sesuatu yg haram. Penulis cukup lihai menggiring opini pembaca dengan bahasa kocak yang mengalir sebagai air, bahwa menjadi playboy bisa menjadi suatu kebanggaan.

Buku ini enak dibaca, cukup ringan, tidak memerlukan banyak pemikiran, dan… sangat menghibur. Terlihat bhw penulisnya mempunyai wawasan yang luas, dari soal politik, teknologi dan masalah2 aktual di masyarakat. Kalau boleh saya mengatakan, buku ini semacam ‘parodi’.

https://www.facebook.com/note.php?note_id=472696809949

Bundanya Arimbi

Buku ini adalah obat galau bagi siapa saja. Dan jika anda dapat tertawa membacanya, dijamin anda juga berbakat jadi playboy (sugesti Rio Nisafa).

Dgn cerdas & masuk akal penulis mampu mengarahkan pembaca agar menyetujui bahwa menjadi Playboy bagi Rio adalah sebuah takdir. Walaupun mungkin ada pembaca yang tidak terima, tapi jangan ada yang protes. Dalam buku ini, playboy di dimaknai sebagai sosok yang innocent, acceptabe, fine n fun (opo to yow). Berbeda denganstigma umum brmakna kurang positif-lebih negatif.

https://www.facebook.com/notes/muh-rio-nisafa/bunda-apa-benar-om-rio-tu-playboy/10150145624314950

Ukhti Tika Ceriwis

Buku ini memotivasi para playboy untuk terus mempertahankan status keplayboy-annya
Menariknya, isi buku ini dikemas dengan bahasa yang menarik dan ringan, diselipkan humor yang bagi pecinta comedy tidak bosan untuk terus membacanya
Rio juga memberi bocoran tentang tips menjadi playboy (kenapa cewek suka playboy). Bagaimana seorang cewek justru tertarik pada cowok playboy yang sering bergonta-ganti pasangan. Pria playboy memiliki sejumlah pesona yang tidak dimiliki pria lain.
https://www.facebook.com/notes/muh-rio-nisafa/resensi-mereka-bilang-gue-playboy/10150355254884950

 

Titi Damai

dapat disimpulkan bhw penulisnya cukup bangga dengan ke”playboy”annya.
https://www.facebook.com/notes/muh-rio-nisafa/mereka-bilang-gue-playboy-penulisnya-cukup-bangga-dengan-keplayboyannya/10150424753714950

Kang Sastiawan Rudi

Bukunya gokil.
selengkapnya

 

Kang Sastiawan Rudi

Bukunya gokil.
selengkapnya

Triya Zuniati Damaidihati

Baca bukunya mas Muh Rio,bikin ketawa,kocak abis,isinya juga berbobot(bukan bobot berat benda)…

bagi yang baru galau,patah hati,BT,gie gak mut,,, solusinya baca buku karya Muh Rio Nisafa(, selengkapnya)

 

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.