Mahasiswi Baru : Potensi Besar, Kelucuan Standar

Mahasiswi Baru : Potensi Besar, Kelucuan Standar

Film ini membawa logline cerita yang menarik, bagaimana seorang nenek menjadi mahasiswa baru? Lastri (Widyawati) seorang nenek generasi baby boomer (usia 70 tahun) memutuskan untuk berkuliah dan harus berhadapan dengan generasi Z, yang sudah terbiasa dengan perangkat teknologi ini. Gap 3 generasi ini (baby boomer, gen x, gen y dan z) sebenarnya punya potensi besar. Terlebih dengan seting dunia kampus dan kehidupan mahasiswa.

Sekilas premis film ini mengingatkan pada film “Sweet 20”. Namun yang membedakan adalah “sosok fisik” dari sang tokoh utama. Motivasi kedua tokoh di kedua film juga berbeda. Namun di film Mahasiswi Baru, penonton merasa lebih dekat dengan realita yang dihadapi. Mungkin kita pernah baca berita online tentang wisudawan yang telah berusia lanjut. Bukankah pendidikan itu tidak mengenal batasan usia, meskipun kampus mengenal batasan DO untuk alasan akreditasi.

Film Mahasiswi Baru dibuka langsung to the point tentang Lastri yang mendaftarkan diri ke universitas dan menjalani ospek. Gap pemahaman ospek dibangun menarik. Ada komika Rispo yang mencoba membangun tawa di awal di scene awal dalam setting ospek tersebut.

Begitu juga dengan kuis di kuliah, ketika mahasiswa/i lainnya langsung mengeluarkan laptop dan mengetikkan tugasnya, Lastri justru berkutat dengan peranti yang lebih canggih, dimana keyboard, CPU dan printer dalam satu kemasan jinjing… alias mesin ketik. Terlihat absurd sih, bahkan untuk Gue yang pernah mengetik laporan KKN hampir dua dekade lalu. Tapi sebagai sebuah komedi, ya sah-sah saja.

Gap kuliah antara Lastri dengan dunia kekiniaan seharusnya punya potensi komedi besar. Namun kurang dieksploitasi lebih jauh. Misalnya bagaimana Lastri minta dipanggil dengan sebutan nama saja oleh teman kuliah. Ini cukup menarik, n

Dalam kisah kuliah, Lastri akhirnya membentuk genk bersama empat mahasiswa/i baru lainnya, yakni Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab) dan Reva (Sonia Alyssa). Drama komedi terbangun dari interaksi tetap ada, persahabatan 5 mahasiswa/i baru, yakni ini ternyata membawa persoalan masing-masing.

Misalnya saja debat “mahasiswa vlogger versus mahasiswa aktivis”, ini punya potensi kelucuan. Bagaimana mereka saling memandang dirinya dan orang lain. Tetapi potensi ini hanya terbatas pada “debat singkat” di klimaks cerita. karakternya duanya sudah sangat jauh berbeda, namun tidak dibenturkan satu sama lain.

Keputusan Lastri untuk pindah kost (yang mana gue juga udah bisa nebak) juga datar-datar saja. Padahal proses adaptasi adalah potensi tersendiri.

Di pertengahan cerita, alasan si nenek kuliah mulai diungkap, termasuk alasan anaknya yang menolak si nenek kuliah. Begitu juga dengan keempat mahasiswa/i lainnya. Masing-masing punya permasalahannya sendiri. Kisah tersebut mengundang emosi yang tajam, namun lemah dalam menyelesaikannya, baik di sisi drama maupun komedinya. Solusi atas semua konflik hanya “gitu aja”, berasa kurang greget.

Drama antara Lastri dengan sang dekan yang ingin selalu menjaga nama baik fakultas, juga belum digarap maksimal. Sisi romantis juga terlewat. Setidaknya jika gue membandingkan (lagi) dengan drama di “Sweet 20”, padahal kedua film ini dilakoni oleh aktor kawakan yang sama, Slamet Raharjo.

Posisi Ananta Rispo yang tampil sebagai mahasiswa senior, hanya lewat satu scene saja. Bisa saja, ia tampil sebagai mahasiswa absurd yang kemunculannya enggak terduga yang manambah ger penonton.

Layak tontonan untuk hiburan ringan.

Related Post
Review Film Komedi : 21 Jump Street, Ketika 2 Polisi Muda Kembali SMA

Begitulah template Buddy movie, dua orang yang jatuh bangun menyelesaikan satu misi. Kelucuan terbangun dari konflik kedua orang tersebut. Bahkan Read more

Review Film Komedi : Hit & Run, Laganya nge-Hit, Komedinya Run

Film Hit & Run diklaim sebagai film dengan genre komedi laga pertama di Indonesia. Setidaknya laman Wikipedia Indonesia menyatakan tersebut. Read more

Review Film Komedi | Pizza Man, Hangover dengan cita rasa lokal

Cerita dimulai dari sebuah rumah yang dihuni oleh tiga cewek sebaya, Olivia (Joanna Alexandra), Nina (Karina Nadila)  dan Merry (Yuki Read more

Imperfect : Ketakutan Gue ke Ernest

Apakah Imperfect merupakan film komedi? Iya, Sinopsis film ini situs/ aplikasi Cinema 21 tertulis genre drama, komedi. Bagi gue ini Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.