Menertawakan Diri Sendiri – Live Chat Penulisan Komedi, Bagian 4

Menertawakan Diri Sendiri – Live Chat Penulisan Komedi, Bagian 4

Apakah masih lazim, membuat joke yang menertawakan diri sendiri, dalam tulisan komedi?

Lazim. Dalam stand up comedy itu namanya self Self Effacing artinya mengolok-olok diri sendiri.
Karena ini adalah wilayah yang aman untuk ditertawai. Penulis mengajak pembaca untuk menertawakan dirinya. Ini juga terkait POV orang pertama, dimana si penulis menjadi dirinya sendiri. Cado-cado (Catatan Dodol Calon Dokter) menertawakan Riva, si penulis yang tengah menjalani dokter coas.

Begitu juga komedian lainnya. Misalnya komika berbadan gemuk bikin joke tentang dirinya yang gemuk. Begitu juga dengan komika berwajah pas-pasan, Dono dengan gigi tonggos (mronggos) dsb.

Ada komika yang bilang, dengan wajahnya yang “pas-pasan”, dia biasa dibully temen-temennya. tetapi ketika berstand up, ia membully diri sendiri lebih kejam daripada yang dilakukan teman-temannya.

Dalam buku terbaru gue, “Happy family, Diari Komedi Keluarga Hahaha”, gue mengolok-olok kehidupan keluarga. Kekonyolan kekonyolan yang terjadi antara gue dan istri gue sehari-hari.

Apakah ada aturan harus ada berapa part yang lucu, untuk disebut cerita komedi? Misalnya harus ada 5 banyolan, atau terserah penulis?

Intinya semakin banyak pembaca tertawa, semakin lucu sebuah karya. Sesederhana itu.

Dalam stand up comedy, ada ukuran LPM (Laugh per minute) jumlah tawa dalam satu menit. Dalam film komedi, gue bisa dengar tawa penonton dalam bioskop. tapi ukurannya aku belum tahu persis. Apakah tiap scene harus ada tawa, ataukah dalam berapa dalam scene-scene tertentu ada bagian lucu, dan bagian lain untuk drama atau aksinya.

Dalam buku, gue juga belum nemu formulanya atau membaca seperti apa. Tetapi intinya semakin banyak tawa, semakin lucu. Ada pembaca buku gue, kasi testi bahwa setiap halaman di “Pendawa, Pendamping Idaman Wanita” bikin dia ngakak.

Jadi, secara umum “lucu” itu ada standar tertentu enggak sih, Mas? Lalu, kalau mau menjadikan kekonyolan/kekurangan orang lain sebagai humor, gimana batasannya?

Soal standar itu tergantung selera. Dan juga sense of humor dari penulis.

Soal kekonyolan orang lain, kita harus memastikan orang yang menjadi obyek kekonyolan dalam tulisan kita itu ikhlas. Dalam group komedi, Azis gagap boleh dibecandain sama pelawak OVJ lainnya. Karena satu group dan ada naskah yang disepakati sesama pelawak OVJ.

Bagaimana jika orang lain. Dalam stand comedy, ada nama roasting. Komika membuat lawakan tentang satu orang. Nah orang yang di-roasting itu harus terima bahwa dia bakal dikerjain komika.

Contoh lain, dalam buku gue, “Pendawa, pendamping Idaman Wanita” yang menampilkan 4 sahabat kuliah, gue harus minta izin mereka bahwa cerita kita berlima dulu bakal jadi buku. Mereka baca dulu sebelum bukunya terbit dan udah “kasi izin”. Begitu juga ketika gue nulis Pendawa jadi Skenario Film. minta izin lagi, karena secara cerita agak beda dari Novelnya.

Related Post
Pamer Tumbler di Coffe Shop

Selamat malam, perkenalkan nama Gue Rio Nisafa Dan gue kesel dengan dua orang mbak-mbak kuliahan yang gue temuin di coffe Read more

Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.