Menikmati Karya Muh Rio Nisafa : Facebook Love Story & Fiksimini Facebook

Menikmati Karya Muh Rio Nisafa : Facebook Love Story & Fiksimini Facebook

Sebenarnya, mendapatkan karya Muh Rio Nisafa terjadi secara tidak sengaja ketika saya melihat status beliau yang di tag ke timeline teman di facebook. Karena isi statusnya lain dari yang lain (diawali dengan “Gue heran”) membuat saya jadi ikutan heran dan penasaran, pengen melihat lebih jauh profil beliau. Sebagian besar status beliau di timeline facebook accountnya memang diawali dengan kata Gue heran. Ujung-ujungnya, saya jadi heran beneran, secara beliau seorang civil servant, tapi masih sempat  mengaktualisasikan hobinya menulis dan berkartun ria bahkan sebagai comic  (two thumbs up.. 🙂 ).

Tapi, rasa heran saya yg tak bisa dimaafkan adalah ketika mengambil 2 buku; fiksimini facebook dan facebook love story; di kantor beliau dan mengetahui kalau ternyata Pak Rio still looks so young with his baby-face, padahal kalau tidak salah, kami lahir ditahun yang sama (hrrrrggghh_ngiri tingkat dewa). Tapi, ya sudahlah…itu mungkin salah satu keberuntungan beliau. Mungkin lebih baik  membahas bukunya saja, daripada merasakan iri yang berkelanjutan.

Fiksimini Facebook

Membaca Fiksimini Facebook, rasanya seperti makan keripik singkong. Crispy , ringan dan tidak mengenyangkan. Maksudnya, tidak harus dibaca sekali duduk, tapi bisa dilanjutkan lagi kapan saja setiap ada waktu luang. Hal ini bisa dilakukan  karena ceritanya memang mini, sesuai judulnya, topiknya juga bermacam-macam dan bukan berupa satu kesatuan cerita.

Meskipun ada beberapa sub judul di buku ini, dari Cinta, Putus, Kecanduan , Horor, dll, tapi, menurut saya buku ini masih tetap termasuk dalam genre komedi. Secara isi, buku ini memang sangat memanfaatkan istilah-istilah yang ada di situs jejaring sosial facebook. Overall, buku ini cukup membuat kita fresh setelah membacanya, atau paling tidak membuat kita tertawa kecil dan lalu akan terbersit  tanya; dapet mulung status dari mana aja sih….????

Facebook Love Story

Lain dengan Fiksimini Facebook, buku Facebook Love Story ceritanya agak panjang, seperti lazimnya cerpen pada umumnya. Berisi 10 cerita pendek, buku ini berkisah tentang cinta remaja dengan setting anak SMA dan kuliahan. Dilihat dari segi bahasa, cerita-cerita dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang nge-pop dan mudah dicerna, bukan dengan level bahasa yang tinggi atau dalam. Jadi, sepertinya tidak perlu disiapkan airmata berember-ember untuk membaca buku ini. Karena tidak akan pernah dijumpai cerita yang sedih mengharu biru.

Tapi, bukan seorang Rio Nisafa kalo tidak bisa memberi kejutan dalam setiap cerita pendeknya. Secara kita tahu, beliau seorang comic, sepertinya gaya penulisannya tak bisa dilepaskan dari hobinya yang satu ini. Terlihat sekali dari gaya alur ceritanya yang sering flash back dan akhir yang penuh kejutan. Kalau istilah saya sih, unpredictable endings. Mungkin sama seperti sebuah punchline di sebuah pertunjukan stand up comedy. Nonjok banget. Pada cerita pertama berjudul Sebuah Nama dari Masa Lalu, saya sama sekali tidak menduga akan diakhiri seperti itu. Lalu, saya sudah siap-siap menebak ending yg tidak lazim dicerita berikutnya, tapi tetep meleset dari angan-angan saya. Apalagi dalam cerita berjudul Saat Ingin Memeluknya, endingnya bener-bener ekstrim, tidak terduga sama sekali. Jadi, untuk membaca buku ini, kita harus siap-siap terkejut atau sama sekali kecewa, karena tidak sesuai dengan perkiraan kita.

Ilustrasi Kurang

Menilik buku Facebook Love Story dari tampilannya, memang ada beberapa kekurangan kalau menurut saya. Cover depan menampilkan gambar halaman log in pada situs facebook, sangat mewakili judul bukunya. Akan tetapi, pada sampul belakang, ada beberapa kalimat yang illegible  karena agak tumpang tindih printout-nya. Tapi saya tidak tau seperti apa cetakan buku versi online-nya, karena yang saya dapat adalah buku yang dalam versi langsung dicetak sendiri oleh penulisnya. Dalam buku ini juga hampir tidak ada ilustrasi yang mendukung setiap ceritanya. Yang bisa ditemukan adalah dialog-dialog boxs  ala facebook. Menurut saya , akan tampak lebih menarik jika dialog box tersebut diganti dengan tampilan yang sebenarnya di facebook. Penulis memang harus sedikit bersusah payah membuat beberapa akun facebook sesuai tokoh dalam cerita dan menulis status ataupun coment seperti layaknya dalam facebook beneran. Kemudian di printscreen dan di paste di dalam halaman cerita. Hal ini tentu akan tampak lebih riil dan representatif serta lebih menarik untuk dibaca. Dengan begitu, para pembaca akan benar-benar dibawa ke dunia facebook.

Sepertinya  hanya ini saja yang bisa saya ceritakan tentang kedua buku yang unik ini. Selanjutnya masih ada 2 buku Muh Rio Nisafa yang belum saya baca, yaitu Mereka bilang gue play boy dan Tertawalah Bersamaku. Pesan buat Pak Rio sih, tetap lanjut berkarya. Menjadi seorang pegawai negeri, comic , penulis , blogger dan  facebooker sejati disaat yang bersamaan adalah suatu hal yang hebat. Ditunggu karya berikutnya…:)

 

Wanty, 17 Mei 2013

Lewat tengah malam di kawasan Jogja barat

Related Post
Membaca Muh Rio Nisafa : Review Facebook Love Story & Fiksimini Facebook

Facebook Love Story, sebuah buku kumpulan cerpen, yang mengambil facebook sebagai setting utama di dalamnya, berisi 10 cerpen yang segar Read more

Facebook Love Story & Fiksimini Facebook : Review Pembaca

Imam Wahyudi, cerpenis muda Yogyakarta, sedang mereview buku "Facebook Love Story" dan "Fiksimini Facebook". Kedua buku tersebut merupakan karya Rio Read more

Sinopsis : Facebook Love Story

Facebook Love Story ini merupakan Kumpulan Cerpen yang mengambil facebook sebagai setting utama di dalamnya. Buku ini hadir sebagaimana Cinta Read more

Membaca Buku-Buku Rio

Asiknya lagi, karya-karya Rio itu sering kali baru terasa jenakanya kalau pembaca mikir dulu atau tahu konteksnya. Itu pertanda jelas Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.