Media Sosial era Ken Arok

Media Sosial era Ken Arok

Untung aja ya, media sosial kayak Facebook atau Instagram adanya di jaman sekarang. Coba bayangin kalo jaman Kerajaan Kediri atau Singosari dulu udah ada.

Awalnya Tunggul Ametung dan Ken Dedes sering posting relief bersama lalu dipajang di perempatan deket alun-alun. Lalu Ken Arok lewat, ngeliat relief wajah Ken Dedes, jiwa pebinor (perebut bini orang) muncul. Ken Arok pun mulai memberi perhatian dengan membersihkan relief itu dan sesekali memberi kembang setaman di dekat relief Ken Dedes.

Kecurigaan Tunggul Ametung

Coba bayangin perasaan Tunggul Ametung ngeliat kejadian gini. Reliefnya udah mulai pudar dan berlumut, sedang relief bininya masih terawat. Tunggul Ametung lalu penasaran siapa yang memberi bunga di relief istrinya.

Belum sampai rasa penasarannya terpecahkan, Tunggul Ametung terbunuh. Dia terbunuh oleh sebuah keris, dimana keris itu pernah tergambar di relief milik Kebo Ijo. Tuduhan Kebo Ijo sebagai pembunuh dibuktikan lewat relief yang menunjukkan sebuah jalur perjalanan berkuda si Kebo Ijo saat membawa keris tersebut. Rumah, benteng tempat ia bertugas, rumah lagi lalu ke karaoke. Dulu ada karaoke, cuman beda nama.

Sebentar, kalian sadar enggak sih … ini ada Kebo naik kuda. Bisa viral tuh.

Sementara itu, Ken Dedes mulai galau dengan statusnya. Ia sibuk memilih relief, jika ada relief dirinya dengan Tunggul Ametung maka batu itu akan disingkirkan. Tetapi ia akan tetap mempertahankan batu yang mempunyai relief dirinya sendiri. Misal relief ketika memberi sambutan di ibu-ibu Dasawisma.

penulis komedi rio menulis komedi penulisan komedi novel lucu humor

Transformasi Ken Arok

Lalu Ken Arok pun mengangkat dirinya menjadi raja di Tumapel, bukan lagi sebagai Camat layaknya Tunggul Ametung. Profil relief milik Ken Arok pun berubah, menjadi Raja di Tumapel. Sebelumnya Ken Arok tertulis bekerja di PT Mencari Cinta Sejati

Tak butuh waktu lama, dia pun perang tagar dengan Raja Kediri. Awalnya cuman masalah bubur itu enak diaduk atau enggak. Itu doang. Lalu karena gengsi keduanya berperang. Ken Arok menang. Nama Tumapel pun dia ganti menjadi Singosari.

Sejak diperistri oleh Ken Arok, Ken Dedes mulai sibuk membuang seluruh relief dirinya bersama mantan suami, Tunggul Ametung. Ada yang buang di laut, ada dibuang ke TPA. Dia pun memasang relief dirinya bersama Ken Arok, lalu menulis sebuah caption di bawah reliefnya, “Tua Bersamamu”

Akhir Cerita

Di akhir cerita, Ken Dedes menua dengan kedua tangan kekarnya. Pindahin batu relief di Deket alun-alun, membuangnya ke lautan atau memahat relief baru sungguh meningkatkan massa otot di kedua lengannya.

 

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.