Mc Donald : Fast Food dan Laju Kecepatan Hidup

Mc Donald : Fast Food dan Laju Kecepatan Hidup

Lini media sosial dipenuh dengan ditutupnya Mc Donald di Sarinah, Jakarta. Banyak netizen yang kemudian membagikan memori tentang kenangan makan fast food di sana. Gue sendiri juga pernah punya kenangan di sana, sekitar tahun 2004-2005.

Ceritanya gue pas kerja di Jakarta, lalu janjian ma 2 temen SMA yang kerja di BI dan firma arsitek, after office hour. Lalu kita makan di Mc D. Habis makan, temen gue bilang, “eh, gue ada Snack tadi rapat” ya dikeluarin lah roti dari tasnya. Pas mau makan roti, salah seorang pelayannya bilang, “maaf, mas. Tidak boleh makan makanan dari luar.”

Untung cuman roti, coba kalo nasi tumpeng. Kan malu bingit.

Bagaimana Industri Fast Foof Bekerja

Kita mungkin melihat Mc Donald sebagai sebuah resto fast food. Begitu juga dengan KFC, CFC, Popeye Chicken vs Olive Chicken, hingga Jogja Chicken. Biar adil, semua disebut. Pelayanannya cepat, kita pesan,bayar, langsung ambil makanan, duduk, makan. Bahkan ada juga yang sampai buang sampah sendiri. Cepat pokoknya.

Pernah suatu hari gue, beli paket di Big Mac kalo enggak salah. Karena namanya fast food ya, setelah gue pesan, mbak-mbak Mc D nanya, “mau yang biasa atau ekspress?”
gue jawab aja, “Yang kilat khusus ada .. kilat khusus … khusus 12 jari”

Pernah suatu hari gue pesan salah satu paket di Mc D, Panas, Paket Nasionalisme. Iya, kan pake nasi, jadi nasionalisme.

Gue : Mbak, Panas 1, 1 paket ya.
Mbak Mc D : Mau dine-in atau take away?
Gue : Hmmmm … maksudnya apa ya?
Mbak Mc D : mau makan di tempat atau dibawa pulang?
Gue : Saya maunya di foto aja, biar kayak temen gue di Facebook.

Nilai Filosofi dalam Fast Food

Sebenarnya fast food mempunyai nilai-nilai fisolosofi yang enggak kita sadari. Misalnya nilai-nilai dalam pernikahan.
Menikah itu bukan seperti beli di Mc Donald, dimana lu bisa dapetin paket komplit. Sekomplit-komplitnya menu cuman nasi, ayam dan minum, enggak ada kerupuk.

Kadang lu pengen paket happy meal, meski kadang mainan yang kita inginkan tidak sesuai. Dan sering kali kita sadar bahwa hidup enggak selalu happy.

Menikah itu sama kayak lu beli di Mc D, lu harus bayar dulu sebelu menikmati. Cuman beda nama, satunya mahar dan harga.

Untung aja, menikah dan makan di MC Donald sama-sama enggak sistem zonasi. Inget kan, sistem penerimaan sekolah yang berdasarkan zonasi atau wilayah. Kan enggak mungkin saat pesan Happy Meal di restonya Mc D, lu ditanya jarak rumah sama MC Donald itu berapa kilometer.

Menikah dan MC Donald itu sama-sama memenuhi kebutuhan dasar manusia, yakni pangan, sandang dan mapan. Mapan neng dipan.

Poster MC Donald itu sama kayak foto prewedding. Sama-sama keliatan menyenangkan. Keliatannya saja.

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.