Menerka Tes Kepribadian di Media Sosial

Menerka Tes Kepribadian di Media Sosial

Dalam psikologi, kepribadian seseorang itu dinamis, bisa berubah. Karakter orang hari ini bisa berbeda dengan karakternya beberapa tahun lalu. Orang akan selalu penasaran, seperti apa sih kepribadian dirinya sendiri. Alih-alih berkonsultasi dengan psikolog, yang mana mereka bakal merasa seperti pasien dengan gangguan kejiwaan; banyak orang yang memilih tes kepribadian di game/kuis di media sosial.

Gue sendiri sih enggak pernah main yang gituan. Males aja data pribadi kita dishare ke pihak ketiga.

Beberapa game atau kuis di media sosial, khususnya facebook, memang bikin orang penasaran, seperti Bagaimana masa depanmu di 5 tahun ke depan, Apa kata Roy Kosasih tentang nasibmu, Seberapa besar kesetiaanmu?

Kembali ke kepribadian yang dinamis. Contohnya gue sendiri. Sebelum kuliah, gue termasuk orang yang introvert, tidak mudah bergaul dengan orang lain, terlebih mengauli cewek. Tapi saat kuliah, gue lebih terbuka. Pake celana enggak di-resleting-in. Baju baju enggak dikancingin, apalagi dikencingin. Tapi tetep aja enggak mengauli cewek

Kepribadian yang berubah itu dipengaruhi banyak hal. Bagaimana dia memandang diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Dengan siapa dia bergaul. Atau media apa yang sering akses. Gue contohnya, banyak orang bilang kalo gue ini awet muda. Mungkin karena gue keseringan bergaul dengan penjual cireng isi….. isi formalin.

Media dan Pengaruh ke Audiens

Dari sisi akses media, gue merasa lebih muda karena masih suka baca situs majalah Hai, dan mengakses situs dengan channel ‘teen’ atau ’18+’.

Teori komunikasi juga menyebut tayangan kekerasan akan mempengaruhi penontonnya, misalnya ia menjadi tidak sensitif dengan kekerasan. Meski ada tayangan yang tidak keras tapi menyebabkan kekerasan. Misal lagi nonton duo srigala lalu terjadi kekerasan, “woy… kepala lu ngalangin tivi” lalu dua cowok berantem.

Bahkan ada teori psikologi yang menjelaskan bahwa perilaku seseorang bisa berubah pada test eksperimental. Dalam sebuah role play, orang yang berperan sebagai sipir akan mempunyai perilaku berbeda dengan orang yang berperan sebagai narapidana. Persoalannya sebenarnya adalah bagaimana kita memandang peran kita dalam kehidupan ini.

Sekali lagi kepribadian itu bisa berubah. Kotaro Minami aja juga berubah kok. Berubah!

Personality Test | Tommy's MPU blog

Kepribadian : Zodiak dan Kuis Facebook

Kepribadian seseorang menurut gue enggak bisa dinilai dari tanggal lahir, atau apapun yang terkait dengan hal tersebut. Emang orang yang zodiaknya libra (simbol timbangan) bakal kerja sebagai orang hukum, pedagang atau tukang loak? Enggak, gue enggak kerja di bidang itu. Emang orang yang kelahiran di bulan September itu orangnya pinter? Enggak juga, gue kuliah 6 tahun.

Enggak ada kepribadian yang stabil, sama terus dalam kurun waktu yang panjang. Makanya gue heran dengan beragam tes , quiz atau aplikasi di facebook yang seolah mengukur kepribadian seseorang dari sesuatu yang enggak berubah. Misalnya bentuk tubuh yang dilihat dari fisik, bentuk muka, tebal tipisnya bibir sampai panjang pendeknya anu…. maksudnya panjang pendeknya jari tengah dibandingkan jari lainnya.

Misal kalo jari tengah yang lebih panjang maka dapat disiimpulkan orang tersebut adalah orang yang pekerja keras. Bagi gue, ini enggak logis, enggak ada hubungan antara kerja keras dan jari tengah yang panjang. Kecuali mungkin kalo cowok punya jari tengah itu termasuk cowok yang bisa membahagiakan pasangannya.

Menurut pendapat gue berikutnya orang yang punya jari tengah lebih panjang enggak cocok kerja di air…. tapi lebih tepat kerja sebagai penjual duren, soalnya suka belah duren….. belah duren di malam hari paling asyik dengan kekasih.

Bawaan Lahir

Tubuh manusia itu udah gitu dari sononya, given, enggak bisa berubah. Jadi enggak punya pengaruh pada kepribadian seseorang. Kalo ada orang bilang dengan operasi plastik lalu menyerupai Barbie atau Superman (beneran nih, ada di on the spot) maka yang berubah bukan tubuhnya, tetapi cara pandang orang itu terhadap tubuhnya.

Begitu juga dengan hal lainnya, misal minat bakat seseorang anak di dasarkan pada sidik jarinya. Kemarin gue baca artikel Sarlito Wirawan, dinyatakan bahwa “Dalam hal ilmu Sidik Jari, sama saja. Tidak bisa diverifikasi bagaimana hubungannya antara sidik jari (bawaan) dengan sifat, minat, perilaku, apalagi jodoh dan karir, bahkan kesalehan seseorang yang merupakan hasil dari ratusan variable seperti faktor sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, lingkungan alam, dan sebagainya, walaupun juga termasuk sedikit faktor bawaan.”

Jadi kalo ada test kepribadian dengan cara mengukur anggota tubuh, abaikan saja ya.

Tapi kalo lu pengen main kuis/game tes kepribadian di Facebook dengan alasan cuman iseng atau main-main ya enggak papa juga. Suka-suka lu juga sih. Tapi jangan abaikan tulisan ini …. tapi kalo lu baca sampai di sini, ya berarti lu tetep bertahan baca. makasi ya, jangan lupa komen, like, subscribe dan share.

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.