Orang Miskin Dilarang Mudik

Orang Miskin Dilarang Mudik

Hari ini, setahun yang lalu, pemberitaan di media berkisar tentang arus mudik. Di Merak Bakauheni, di Nagrek, atau di Brexit, Brebes Exit. Tahun ini beda. Pemberitaan mengenai mudik ada di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi Covid-19. Gue curiga mudik udah berubah. Mudik hanya diperbolehkan bagi orang-orang yang mampu.

Gue takutnya, pemberitaan di atas menunjukkan bahwa menjadi orang miskin di negeri ini susah banget. Bukan kah negeri ini penuh dengan quotes, Orang Miskin Dilarang Sakit. Orang Miskin Dilarang Sekolah, terakhir Orang Miskin Dilarang Mudik. sumber 1, sumber 2

Iya, negeri ini seakan hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu, mampu beli tiket pesawat, mampu bikin surat dinas, sampai mampu beli surat keterangan rumah dokter di marketplace.

Mudik dan Kemewahan

Mudik itu sudah menjadi kemewahan. Ya, sama kayak Oreo Supreme. Tahukan Oreo edisi special dengan kemasan warna merah dengan harga 850 ribu untuk tiga keping. Gue, kalo punya segitu mending buat beli cendol dawet, biar bisa menjoget hati yang ambyar. Cendol Dawet Lima ngatusan.

Orang mudik pake mobil bisa dipaksa petugas untuk putar balik. Kalo pesawat gimana coba? Enggak bisa, emang pemerintah bisa bayarin Gatotkaca atau Superman melakukan razia di atas penerbangan.

Misalnya aja kejadian, Gatotkaca menyetop pesawat udara yang sedang melintas di angkasa.
“Selamat siang, pak pilot… Bisa ditunjukkan surat-suratnya?”
“Yah, gimana sih mas Gatot? Hari gini pake surat-suratan? WA, mas. WA. Atau pake Zoom?”
“Sesuai keputusan pemerintah, kami melakukan pemeriksaan terhadap penumpang satu persatu”

Gue enggak tahu, apakah posisi duduk di dalam pesawat terbang juga berjarak. Apakah kursi di pesawat ada tanda “X” yang artinya tidak boleh diduduki, seperti halnya kursi tunggu di kantor pemerintahan, apotek, atau dimanapun? Misalnya ada, ya berarti pihak maskapai sudah menjalankan social/physical distancing. Kalo pun enggak, ya benar kata juru bicara “yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.” sumber 3 

Lagi pula gue heran, kenapa kursi dikasi tanda “X” segala. Karena sesuatu yang ada “X” bukan berarti larangan. Bisa jadi “X” itu artinya lebih canggih dan lebih mahal, seperti Honda Supra X lebih canggih daripada Honda Supra. Tanda “X” juga bisa berarti bikin penasaran, misalnya saja, Tarzan X.

Miskin = Susah?

Menjadi miskin di negeri ini susah, bro. Saking susahnya, menjadi miskin aja harus ngurus Surat Keterangan Tidak Mampu. Padahal negara ini merupakan republik, dimana republik berasal dari bahasa Yunani yaitu “res” dan “publika” yang secara harfiah kepentingan atau masalah umum. Pemerintah republik adalah pemerintah yang memperhatikan kepentingan umumm atau rakyat banyak. sumber4 , sumber 5

Jadi kalo ada orang miskin, seharusnya pejabat di daerah tersebut yang seharusnya bikin surat keterangan tidak mampu. Tepatnya tidak mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Related Post
Rencana Mudik Asyik

Nino dan Mona merupakan pasangan suami istri yang sudah menjalankan pernikahan selama hampir satu tahun. Menjelang lebaran, keduanya mendiskusikan rencana Read more

Larangan Mudik

"Nak, tahun ini kamu jangan mudik, ya" pinta seorang ibu pada anaknya melalui sambungan telepon. "Tapi, bu ...," sanggah sang Read more

Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.