Menelanjangi Ketidakbernalaran di Negeri Bhinneka Tunggal Ika : Resensi Memandang Jendela Indonesia Dengan Tawa

Menelanjangi Ketidakbernalaran di Negeri Bhinneka Tunggal Ika : Resensi Memandang Jendela Indonesia Dengan Tawa

Ada banyak cara untuk memandang negeri kita yang super aneh ini, salah satunya adalah lewat medium buku humor sarkastik, seperti yang dilakukan Rio Nisafa. Buku setebal 204 halaman ini sebenarnya berisi mozaik tentang peristiwa-peristiwa kontemporer Indonesia yang disajikan dengan narasi humor nan tajam. Sekilas tidak ada hubungannya antara anggota DPR dan pemain Smackdown. Tapi secara ajaib buku ini bisa menemukan relasi itu. Aktor-aktor sosial mulai dari Jokowi, Haji Lulung, Ahok, Mario Teguh, hingga Duo Serigala, lahap disantap penuh kejenakaan.

Tapi bukan berarti buku ini hanya mengumbar humor-humor pepesan kosong. Fenomena konvergensi media, propaganda, media power, kampanye politik, bahkan prostitusi virtual ala Tata Chubby juga disajikan tanpa mengurangi daya kritisnya. Hal ini seolah menjadi penegasan posisi Rio Nisafa sebagai seorang calon Master bidang Ilmu Komunikasi.

Lewat buku ini kita sejenak diajak untuk melihat keindonesiaan dari kacamata masyarakat akar rumput, sekaligus menertawakan hal-hal absurd dan aneh yang ternyata ada disekeliling kita.

Mungkin secara genetik masyarakat Indonesia sudah terlahir lucu. Bisa jadi itulah sebabnya indeks kebahagiaan bangsa kita tergolong tinggi walaupun terjadi krisis dimana-mana. Bahkan indeks kebahagiaan bangsa ini lebih tinggi dari negara superpower sekelas Amerika Serikat!

So, whose superpower anyway??

Resensi ini ditulis oleh Sandy Allifiansyah di sini

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.