Pendawa, membuat saya seperti menonton siaran langsung stand up komedi.

Pendawa, membuat saya seperti menonton siaran langsung stand up komedi.

Kalau berbicara tentang novel komedi, awalnya pikiran saya hanya ada yang namanya Boim Lebon dan Raditya Dika. Siapa coba yang tidak kenal dengan kedua penulis itu? Tapi saat masuk Komunitas Bisa Menulis, saya dikejutkan sosok lain yang tidak kalah unik dan kocak. Mata saya selalu dibikin tercuri perhatian dengan sosok Mas Rio Nifasa. Meski hanya satu paragraf, kata-katanya selalu menyihir saya. Bukan hanya menjadi geleng-gelang, tapi juga tertawa habis.

Orang ini benar-benar cerdas. Cerdas dalam mengkritisi fenomena sosial, cerdas dalam menyajikannya melalui tulisan yang kocak dan berbobot.

Seperti ketiban durian runtuh, melalui donasi mas Rio Nifasa ke Perpustakaan KBM Malang ‘Perpustakaan Sebuku’, saya bisa menikmati novel terbaru mas Rio Nifasa, ‘PANDAWA’. Semula saya berpikir novel ini menyuguhkan kisah cinta, tentang 5 orang yang merebutkan cinta. Eh, ternyata ternyata saya keliru.

Ini bukan sekedar novel yang ada kisah cintanya, tapi lebih dari itu.

Novel PANDAWA dengan tokoh utama, Anton, Lilik, Dedy, Edo dan Rio ini bukan hanya membawa saya bernostalgia ke dunia kampus saya dulu – menjelajah kembali kehidupan sebagai seorang mahasiswi, tapi juga membuat saya seperti menonton siaran langsung stand up komedi.

Ada kalimat mas Rio yang membuat saya benar-benar terpingkal.

“Jadi kalau DPR disebut wakil rakyat, seharusnya kedudukan mereka lebih rendah dari rakyat, misal anti sembako, naik angkot kalo ke senayan, sampai diusir dari rumah sakit kalo tidak bisa membayar uang pengobatan.”

Atau yang ini,

“Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi … Sepi sendiri
Aku ingin bingar … aku ingin pasar”

Digubah,

“Aku lari ke hutan, kemudian nyasar
Aku lari ke pantai, pengen ikan bakar
Sepi … sepi sendiri
Aku ingin free wifi … aku ingin download 3gp”

Celakanya, sampai bab akhir, mas Rio yang faktanya telah memiliki branding sendiri berhasil membuat saya terus tertawa dan terpingkal serta tergeleng-geleng. Jadi, saya rekomendasikan untuk mereka yang ingin bacaan ringan berbobot, tapi juga kocak.

Malang, 10 Agustus 2014
NK

 

dicopas dari postingan Nia Azkina di Komunitas Bisa Menulis https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/764202376974989/

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.