Arthur Fleck Seharusnya Gabung dengan Komunitas Stand Up Biar Enggak Jadi Joker

Arthur Fleck Seharusnya Gabung dengan Komunitas Stand Up Biar Enggak Jadi Joker

Ada banyak villain (karakter antagonis) dalam film superhero. Kebanyakan mereka berasal dari ilmuwan yang salah eksperimen, orang biasa yang jadi kelinci percobaan, pengusaha ambisus atau bahkan alien dari planet antah berantah. Ada sebagian yang awalnya memang kriminal. Namun hanya Joker yang awalnya adalah seorang stand up comedian. Arthur Fleck sebalum menasbihkan diri Joker merupakan seorang komika dan badut. Mungkin kita bisa menghubungi Joker di tiang listrik kota Gotham. Tulisannya gini “Sedia Badut Gotham, lebih lucu dari Parlemen Gotham”

Stand Up dan Buku Materi Komedi

Menulis materi komedi itu penting. Kita ngeliat Arthur Fleck mempunyai buku diary yang selalu ia bawa, bahkan untuk menulis materi komedinya. Komunitas stand up menyebutnya sebagai buku materi. Di buku itu, seorang komika bisa mencatat keresahaannya lalu mengembangkan menjadi materi komedi. Tetapi ketika tampil sebagai penampil, buku itu tidak harus dibawa ke panggung. Kalopun itu dilakukan, kesannya amatir. Iya amatir, kayak cowok yang di malam pertamanya bawa buku Enny Arrow.

Ketika menjadi stand up comedian; Arthur Fleck harus “ngebadanin” materi yang bakal ia bawakan. Minimal latihan membawa materinya di depan cermin untuk menghafal materi, memilih intonasi suara, atau sekedar terlihat PD di depan diri sendiri. Namun ini tidak dilakukan Arthur Fleck sepanjang durasi film. Intinya seseorang harus latihan.

Menjadi stand up comedian itu menghadirkan tawa bagi penontonya. Entah di panggung, penonton tivi atau bahkan netizen melalui situs youtube. Bukan tertawa pada leluconnya sendiri. Jika penonton mengganggap lucu, maka tak salah jika stand up comedian juga tertawa. Masalahnya jika tidak, tawa sang komika bakal menjadi aneh di telingga penonton. Oya, stand up comedy itu bukan acara sitkom (macam Tetangga Masa Gitu atau Bajaj Bajuri) yang perlu soud effect orang tertawa.

Arthur Fleck diundang ke acara di tivi, bukan karena lucu, tetapi karena videonya tertawa menjadi “viral”. Ada penonton tivi yang request agar dia tampil di tivi. Kayak acara Hitam Putih-nya Dedi Corbuzier gitu. Lu pernah enggak sih, nonton Hitam Putih di tivi hitam putih? Biar lebih greget gitu.

Gabung dengan komunitas stand up.

Gambar mungkin berisi: 3 orang

Gabung dan aktif dalam sebuah komunitas itu penting. Apapun hobi dan profesi seseorang. Inilah yang tidak dilakukan oleh Arthur Fleck. Padahal gabung dengan komunitas stand up meruapakan langkah awal membangun karir stand up comedian. Biasanya komunitas stand up akan melalukan sesi sharing sebelum performance open mic. Bahkan melakukan evaluasi setelah menghibur penonton. Jadi enggak bakal sang host tv, Murray menggajukan pertanyaan, “mana punchlinenya?” atau “kau seharusnya mendengarkan nasehat ibumu“.

Arthur Fleck memang enggak tahu detail soal stand up. Ia enggak tahu konsep setup puncline dan hackler handling. Lebih dari itu, ketika gabung dengan komunitas, ia bakal tahu pada level mana sense of humor dari penonton yang dihadapi. Tidak malah dengan arogannya bilang komedi itu subyektif. Lucu menurut Arthur Fleck belum tentu lucu bagi penonton.

Jika Arthur Fleck menjadi seorang stand up comedian, apalagi dia sukses, maka ia punya banyak peluang karier lainnya. Misalnya menjadi youtuber kayak Raditya Dika. Menjadi penulis skenario dan sutradara macam Ernest Prakasa, menjadi bintang film seperti Dodit Mulyanto. tidak akan lahir seorang villain bernama Joker.

Related Post
Review Film Komedi Sabar Ini Ujian : Imun di Tengah Pandemi

Konsep time-loop ini memang hal yang baru bagi perfilman Indonesia, Meski alur seperti ini sudah bisa kita lihat di film Read more

Cowok Bego

Banyak orang berpendapat, cowok itu rasional, cewek itu emosional. Dalam ambil keputusan, cowok itu pake pikiran, sedangkan cewek berdasarkan perasaan. Read more

Ironi Kemerdekaan : Kita Merdeka Tetapi …

Merdeka dari penjajahan sudah dikumandangkan oleh pendiri bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 19445. Sehari kemudian konsep sebuah negara mulai Read more

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.